MIRAZEN BPOM TR 183616871
Mirazen mengandung salah satu buah yang dikenal sebagai “The General Of Fruit” Yakni Mengkudu atau Noni. Mengkudu yang terdapat dalam Mirazen
memiliki kadar anti oksidan terbaik, tertinggi dibandingkan Mengkudu
yang di tanam di Tahiti dan Hawai. (Penelitian Prof. Nishigaki). Buah
Noni yang terdapat dalam Mirazen di ekstrak dengan cara Fermentasi
selama 9 bulan sehingga menghasilkan konsentrat Enzim Noni yang kaya
dengan asam amino polipeptida dan sakarida.
Kemudian hasil fermentasi berupa Enzim Noni tersebut di ekstraksi dengan tekhnologi cool extraction (Ekstraksi Dingin) dengan dua tahap cool extraction. Sehingga menghasilkan Enzim Noni yang sangat pekat di campur dengan buah buah dan herbal lainnya, seperti delima, manggis, apel, anggur, gotukola, ginseng, curcuma, moringa, cinnamon.
Kemudian hasil fermentasi berupa Enzim Noni tersebut di ekstraksi dengan tekhnologi cool extraction (Ekstraksi Dingin) dengan dua tahap cool extraction. Sehingga menghasilkan Enzim Noni yang sangat pekat di campur dengan buah buah dan herbal lainnya, seperti delima, manggis, apel, anggur, gotukola, ginseng, curcuma, moringa, cinnamon.
Noni jika sudah matang berwarna kuning pucat ini pohonnya tumbuh subur
dari kepulauan di Pasifik sampai ke Asia Tenggara. Mengkudu atau Noni
sebenarnya sudah lama digunakan sebagai obat tradisional, tapi
popularitasnya tidak segencar seperti sekarang dimana gaya hidup back to
nature sedang trendy.
Mengkudu kini telah menjadi tumbuhan obat populer di beberapa negara,
bahkan telah banyak dilakukan penelitian oleh sejumlah dokter dan pakar
biokimia modern, dan terbukti bahwa mengkudu memang mempunyai daya
penyembuhan yang luar biasa.
Mengkudu memiliki spektrum fitokimia yang sangat luas, beberapa
diantaranya hanya terdapat dalam mengkudu. Fitokimia-fitokimia tersebut
bersinergi satu dengan yang lain menghasilkan khasiat menyembuhkan aneka
penyakit.
Sejauh ini mengkudu relatif aman dikonsumsi sebagai bahan makanan maupun
sebagai preskripsi pengobatan. Berdasarkan penelitian dari kalangan
medis di Amerika Serikat, mengkudu ternyata memiliki karakteristik:
2. Membantu mencegah penyakit secara optimal dengan didampingi oleh antioksidan yang lain
3. Dapat digunakan bersamaan dengan obat-obat lain karena tidak menghasilkan interaksi negatif
4. Membantu penyerapan zat gizi dari makanan dan suplemen lain jika dikonsumsi secara bersamaan
5. Memiliki khasiat untuk memperkuat kinerja enzim-enzim tubuh
6. Relatif aman untuk dikonsumsi dan dijadikan preskripsi pengobatan bahkan untuk ibu hamil,
menyusui, dan anak-anak
7. Terbukti efektif dalam mengatasi beberapa jenis penyakit.
1. ANTI BAKTERI
2. Meningkatkan proses penyerapan zat-zat nutrisi
7. Terbukti efektif dalam mengatasi beberapa jenis penyakit.
KANDUNGAN-KANDUNGAN AKTIF MENGKUDU YANG TERBUKTI BERKHASIAT SECARA ILMIAH
Mengkudu merupakan buah yang bergizi lengkap. Zat nutrisi yang
dibutuhkan tubuh seperti protein, vitamin, dan mineral tersedia dalam
buah mengkudu. Selenium, salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu
sangat diperlukan untuk membentuk enzim-enzim antioksidan.
Menurut hasil penelitian, selain mengandung zat-zat nutrisi, mengkudu
juga mengandung zat-zat aktif seperti: terpenoid, xeronine, proxeronine,
sterol tanaman, alizarin, lycine, sodium, asam kaprilat, arginine,
antrakuinon, trace elemens, phenylalanine, dsb.
MANFAAT SENYAWA TERPENOID :
Terpenoid dalam senyawa hidrokarbon isometrik yang juga terdapat pada
lemak esensial yang penting bagi tubuh. Zat ini membantu tubuh dalam
proses sintesis organik dan pemulihan sel-sel-tubuh.
MANFAAT SENYAWA SCOPOLETIN :
1. ANTI BAKTERI
Mengkudu mengandung antrakuinon dan scopoletin yang aktif sebagai anti
mikroba terutama bakteri dan jamur sehingga bisa mengatasi peradangan
dan alergi.
Jurnal Pacific Science melaporkan bahwa mengkudu mengandung bahan
anti-bakteri yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan dan
infeksi jantung. Zat antrakuinon yang terdapat pada mengkudu dapat
melawan bakteri Staphylococcus yang menyebabkan infeksi pada jantung dan
bakteri Shigella yang menyebabkan disentri.
Mengkudu mengandung acubin, asperuloside, alizarin, dan beberapa zat
antrakuinon yang terbukti sebagai anti bakteri terhadap Bacillus
subtilis, Escherichia coli, Proteus morganii, Pseudomonas aeruginosa,
dan Staphylococcus aereus. Juga dapat mengontrol perkembangan bakteri
mematikan seperti Salmonella dan Shigella.
Sari buah mengkudu sangat berguna untuk mendukung perawatan dan
penyembuhan penyakit infeksi kulit, pilek, demam, dan berbagai masalah
kesehatan lain yang disebabkan oleh bakteri.
Dr.Robert Young ahli mikrobiologi dari Utah USA menemukan yeast molds
dan jamur beserta racun yang dihasilkannya dapat menyebabkan sel-sel
sakit karena meningkatnya derajat keasaman (pH turun). Keadaan ini dapat
diatasi dengan mengkonsumsi sari buah mengkudu, karena mengkudu dapat
membantu mengatur keseimbangan pH tubuh, sehingga dapat meningkatkan
kemampuan tubuh menyerap vitamin-vitamin, mineral dan protein.
2. ANTI RADANG DAN ANTI ALERGI
Senyawa scopoletin (7-hydroxy-6-methoxychromen-2-one) sangat efektif
sebagai anti-peradangan dan anti-alergi. Literatur-literatur kedokteran
melaporkan keberhasilan pengobatan pada arthritis, bursitis, carpal
tunnel syndrome, dan alergi dengan menggunakan scopoletin.
Bryant Bloss, M.D., seorang ahli ortopedi dari Indiana USA, melaporkan
keberhasilan jus mengkudu, dan kemudian dokter ini menawarkan suplemen
jus mengkudu (bukan sebagai obat) kepada para pasiennya.:
Menyembuhkan sakit punggung yang dialaminya dan 15 orang pasiennya.
Delapan orang pasien menyatakan bahwa sakit lutut akibat osteoarthritis
hampir tidak terasa selama mengkonsumsi jus mengkudu.
Tiga pasien penderita asma semakin berkurang batuknya. Beberapa
penderita radang sendi juga mengalami kemajuan yang signifikan setelah
mengkonsumsi jus mengkudu
3. MENORMALKAN TEKANAN DARAH
Menurut Neil Solomon, M.D., Ph.D, peneliti masalah kesehatan dari USA,
buah mengkudu mengandung sejenis fitonutrien yaitu scopoletin yang dapat
memperlebar pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan memperlancar
aliran darah. Hal ini menyebabkan jantung tidak usah bekerja terlalu
keras untuk memompakan darah, sehingga tekanan darah menjadi normal.
Hasil uji coba menunjukkan bahwa scopoletin menurunkan tekanan darah
yang tinggi dan normal menjadi rendah. Namun demikian scopoletin dapat
berinteraksi sinergis dengan nutraceuticals lain untuk mengatur agar
tekanan darah yang tinggi menjadi normal, tapi tidak menurunkan tekanan
darah yang sudah normal. Tidak pernah ditemukan kasus dimana tekanan
darah yang normal turun sehingga menyebabkan tekanan darah rendah
(hipotensi).
Para ahli dari Stanford University , Hawai University , University of
California (UCLA), Union College of London, dan University of Meets di
Perancis yang telah mempelajari mengkudu setuju bahwa tanaman ini dalam
banyak kasus berperan menurunkan tekanan darah.
Percobaan klinis sederhana yang dilakukan oleh Scott Gerson, M.D. dari
Mt.Sinai School of Medicine di New York, menunjukkan bahwa banyak
pemakai mengkudu melaporkan bahwa tekanan darah mereka menjadi tinggi
bila berhenti minum sari buah mengkudu dan kembali normal bila
mengkonsumsi sari buah mengkudu lagi secara teratur.
4. MENGATUR KELENJAR PINEAL
Kandungan scopoletin dalam mengkudu dapat merangsang kinerja kelenjar
pineal. Menurut Dr.Harrison, scopoletin yang dikandung mengkudu dapat
meningkatkan kegiatan kelenjar pineal yang terdapat di dalam otak yang
merupakan tempat hormon serotonin diproduksi dan kemudian digunakan
untuk menghasilkan hormon melatonin. Di dalam otak serotonin berperan
sebagai neurotransmitter dan prekursor hormon melantonin. Serotonin dan
melatonin membantu mengatur beberapa kegiatan tubuh seperti tidur,
regulasi suhu tubuh, suasana hati (mood), masa pubertas, siklus produksi
sel telur pada wanita, rasa lapar, dan perilaku seksual. Kekurangan
serotonin dapat mengakibatkan penyakit migrain, pusing, depresi, bahkan
Alzheimer.
5. MANFAAT XERONINE DAN PROXERONINE
Salah satu alkaloid penting yang terdapat dalam buah mengkudu adalah
xeronine. Zat ini ditemukan pertama kali oleh ahli biokimia, Dr. Ralph
Heinicke. Buah mengkudu hanya sedikit mengandung xeronine, tapi banyak
mengandung proxeronine yang merupakan bahan pembentuk/prekursor
xeronine. Proxeronine ini adalah sejenis asam koloid yang tidak
mengandung gula, asam amino, ataupun asam nukleat. Jika kita
mengkonsumsi proxeronine, maka di dalam usus akan diubah menjadi
xeronine oleh enzim proxeronase dan zat-zat lain, sehingga kadar
xeronine dalam tubuh akan meningkat. Xeronine yang diserap oleh sel-sel
tubuh ini akan mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur
struktur dan bentuk sel yang aktif.
Memperbaiki sel tubuh. Bagaimana cara kerja xeronine dalam membuat sel bekerja kembali secara normal?
Protein dalam tubuh kita merupakan molekul-molekul yang saling berantai
dengan membentuk suatu koloni seperti cincin. Xeronine memiliki struktur
yang kaku seperti pilar yang menyangga bangunan. ‘Pilar’ xeronine ini
bersinergi dengan molekul-molekul protein sehingga protein mempunyai
penambahan kekuatan karena xeronine yang kemudian menghasilkan senyawa
biokimia memungkinkan dikumpulkannya sejumlah energi yang ada dalam air,
dikonsentrasikan oleh protein guna melakukan sejumlah pekerjaan
mekanis, elektris, dan kimia. Rangkaian sistematis-praktis bermanfaat
inilah yang membuat protein dan molekul-molekulnya dapat diperbaiki
secara struktural bila terjadi kerusakan-kerusakan kecil.
Proxeronine – xeronine ini dalam tubuh hanya tersedia secukupnya.
Akibatnya jika sakit lalu mengalami peradangan, maka tubuh akan
kekurangan zat proxeronine – xeronine ini, sehingga proses penyembuhan
menjadi lambat karena proxeronine – xeronine yang tersedia terbatas dan
telah terkonsentrasi untuk bagian-bagian sel-sel tubuh tertentu. Oleh
karena itu mengkonsumsi mengkudu ketika dalam kondisi sakit akan
membantu tubuh dalam memenuhi kebutuhan proxeronine – xeronine untuk
memperbaiki sel-sel tubuh agar berfungsi normal kembali.
Secara normal tubuh menghasilkan xeronine dari proxeronine yang berasal
dari makanan seperti sayuran dan buah-buahan. Tapi ada faktor-faktor
yang menyebabkan kandungan xeronine dan proxeronine dalam makanan itu
sangat rendah. Kurangnya xeronine dalam tubuh akan mengakibatkan tubuh
mengalami gangguan dalam melakukan proses metabolisme, kemudian daya
tahan tubuh menurun, dan akhirnya mudah terserang oleh virus, bakteri,
atau kuman penyakit lainnya.
Terkait dengan hal tersebut, mengkudu memiliki kandungan zat alkaloid
yang tinggi sebagai penghasil proxeronine dan xeronine. Berdasarkan
sejumlah penelitian, proxeronine dan xeronine menyerap ke dalam sel-sel
tubuh yang kemudian bersinergi dengan jaringan tubuh, organ tubuh,
sistem tubuh, dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Oleh karena itu
mengkonsumsi mengkudu sebagai minuman maupun menggunakannya sebagai
preskripsi pengobatan yang dikombinasikan dengan tumbuhan obat lainnya
dapat menghasilkan terapi penyembuhan yang efektif, efisien dan optimal.
Menghilangkan rasa sakit (bersifat analgesik)
Sebenarnya kemampuan buah mengkudu sebagai zat analgesik telah lama
dikenal dalam pengobatan tradisional, sehingga tanaman ini disebut
‘painkiller tree’ atau ‘headache tree’. Riset-riset ilmiah telah
membuktikan khasiat dari mengkudu untuk menghilangkan rasa sakit.
Pada tahun 1990, para peneliti menemukan adanya hubungan yang signifikan
antara dosis ekstrak sari buah mengkudu dengan aktivitas analgesik
tikus-tikus percobaan: umumnya semakin banyak digunakan maka efek
analgesiknya akan semakin kuat.
Banyak teori yang menjelaskan tentang bagaimana mekanisme kerja mengkudu
dalam menghilangkan rasa sakit. Salah satunya adalah teori Dr. Ralph
Heincke (ahli biokimia terkenal dari USA) yang mengatakan bahwa xeronine
inilah yang berperan dalam menghilangkan rasa sakit.
Beberapa kasus rasa sakit yang kronis seperti sakit kepala terus
menerus, rasa sakit pada otot saraf dan nyeri sendi dapat
disembuhkannya. Menurut Dr. Heinicke, xeronine itulah yang berperan
dalam menghilangkan rasa sakit, yang dikaitkan dengan kemampuan xeronine
untuk menormalkan protein pada sel-sel abnormal, termasuk sel jaringan
otak tempat berasalnya rasa sakit.
Xeronine juga dapat mengurangi proses alergi, mengurangi dan mencegah
asma. Lebih lanjut lagi xeronine ternyata mampu mengurangi gejala
penyakit-penyakit golongan auto-immune seperti pada penyakit gout atau
pirai (peradangan sendi).
Menyegarkan tubuh (bersifat tonik)
Menurut beberapa penelitian dan juga menurut pengalaman empiris banyak
orang, mengkudu dapat bersifat seperti tonik bagi tubuh. Artinya,
walaupun tidak dalam keadaan sakit, mengkonsumsi mengkudu dapat
menimbulkan perasaan enak dan nyaman bagi tubuh. Menurut Dr.Heinicke
ahli biokimia dari USA, xeronine juga turut berperan dalam proses siklus
energi tubuh. Ia menjelaskan mekanismenya sebagai berikut: proxeronine
yang kemudian diubah menjadi xeronine oleh enzim-enzim khusus dalam
tubuh akan diserap pada tempat yang berdekatan dengan tempat penyerapan
hormon endorphin dan bertindak sebagai prekursor hormon (co-hormone)
untuk mengaktifkan protein reseptor yang memberikan perasaan
enak/nyaman. Akibatnya orang akan merasa nyaman dan memiliki banyak
energi setelah mengkonsumsi mengkudu.
Jadi itulah alasan mengapa mengkudu dikatakan memiliki sifat seperti minuman tonik pada umumnya.
ZAT ANTI-KANKER (DAMNACANTHAL)
Empat ilmuwan Jepang berhasil menemukan zat anti-kanker yang dinamakan
damnacanthal dalam buah mengkudu. Zat itu ditemukan ketika mereka sedang
mencari zat-zat yang dapat merangsang pertumbuhan struktur normal di
dalam sel-sel yang abnormal (sel pra-kanker) pada 500 jenis ekstrak
tanaman. Ditemukan ternyata zat anti-kanker pada buah mengkudu adalah
yang paling efektif dalam melawan sel-sel abnormal.
Pada pertemuan tahunan American Association for Cancer Research ke 83 di
San Diego California pada tahun 1992, dikemukakan tentang aktivitas
anti-tumor Morinda citrifolia (mengkudu) pada Lewis Lung Carcinoma aktif
yang disuntikkan pada tikus. Semua tikus yang tidak mendapat perawatan
dengan mengkudu mati dalam waktu 9 – 12 hari karena kanker. Sedangkan
yang mendapatkan perawatan dengan mengkudu dapat hidup lebih lama,
diantaranya 40% dari populasi tikus percobaan itu dapat hidup hingga 50
hari atau lebih. Percobaan itu diulang beberapa kali, dan tetap terbukti
bahwa mengkudu dapat memperpanjang umur tikus yang terkena kanker
dibandingkan dengan tikus yang terkena kanker tapi tidak dirawat dengan
mengkudu. Kesimpulannya mengkudu dapat menghambat pertumbuhan kanker.
Pada tahun 1993, jurnal Cancer Letter melaporkan penemuan zat aktif
anti-kanker atau damnacanthal dalam ekstrak mengkudu yang mampu
menghambat pertumbuhan sel kanker. Pasien Dr.Harrison mengungkapkan, ia
sembuh karena mengkonsumsi sari buah mengkudu. Pasien itu menderita
kanker hati dan pembengkakan perut akibat cairan yang berlebihan. Selama
7 hari mengkonsumsi sari buah mengkudu, bengkak pada perutnya sangat
berkurang. Pengujian terhadap cairan perut itu menunjukkan bahwa sel-sel
kanker itu hilang.
Mekanisme kerja zat damnacanthal dalam melawan kanker pun cukup unik.
Penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Dr.Judah Folkman menunjukkan bahwa
damnacanthal dalam mengkudu bekerja sinergis dengan mikronutrisi tubuh
untuk menghambat aliran darah dan oksigen yang menuju sel-sel kanker.
Akibatnya sel-sel kanker dan tumor tidak dapat berkembang karena tidak
cukup mendapatkan pasokan darah dan oksigen. Sinergi dari fitonutrisi
ganda yang terkandung dalam mengkudu pun bekerja sebagai adaptogen dalam
membantu sel-sel abnormal agar berfungsi normal kembali. Zat
damnacanthal yang dikandung dalam mengkudu memiliki khasiat untuk
memperlambat dan menghambat perkembangan sel K-ras-NRK yaitu sel pra
kanker.
KANDUNGAN ASAM-ASAM ORGANIK DALAM MENGKUDU
Mengkudu mengandung asam askorbat (vitamin C) yang merupakan antioksidan
yang hebat. Antioksidan bermanfaat untuk menetralisir radikal bebas,
yaitu partikel berbahaya yang terbentuk sebagai hasil sampingan proses
metabolisme yang dapat merusak materi genetik dan sistem kekebalan
tubuh.
Mengkudu juga mengandung asam kaproat, asam kaprik, dan asam kaprilat.
Asam kaproat dan asam kaprik inilah yang menimbulkan bau tidak enak yang
tajam ketika buah mengkudu masak, sedangkan asam kaprilat membuat rasa
buah tidak enak. Walaupun rasanya tidak enak, mengkonsumsi sari buah
mengkudu secara rutin dan teratur dapat membantu mengatasi keseimbangan
pH tubuh, sehingga meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin,
mineral, dan protein.
PENELITIAN ILMIAH MENGENAI MANFAAT MENGKUDU DALAM MENGATASI BERBAGAI PENYAKIT
Hasil penelitian klinis tentang mengkudu dari Dr.Schechter juga
mendukung penelitian ilmiah yang telah disebutkan sebelumnya. Mengkudu
berkhasiat untuk :
Mengkudu dapat merangsang produksi sel T sebagai sistem kekebalan tubuh.
Sel T ini berperan penting dalam melawan kuman, bakteri, atau virus
penyakit.
Mengkudu berfungsi untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh termasuk
makrofag dan limfosit. Makrofag dan limfosit ini merupakan bagian
penting dari sistem imunitas tubuh.
Mengkudu mampu melawan aneka jenis bakteri, karena mengkudu mengandung
banyak zat anti-bakteri seperti acubin, antrakuinon, L.Asperuloside, dsb
Mengkudu bisa menghambat fungsi pra-kanker dan pertumbuhan kanker/tumor
dengan cara menormalkan fungsi-fungsi sel yang abnormal, karena mengkudu
memiliki zat kimia damnacanthal yang berfungsi untuk melawan sel-sel
ras-K-NRK, yaitu sel-sel yang akan menjadi cikal bakal penyakit
kanker/tumor.
Hasil penelitian Dr.Steven M.Hall, M.D., seorang dokter dalam pengobatan
modern yang juga wakil dari Lembaga Konsumen Keluarga di USA.
Mengkudu berkhasiat untuk:
1. Mengurangi rasa letih
2. Meningkatkan paras hormon serotonin
3. Meningkatkan fungsi reseptor pada dinding sel
4. Menormalkan kadar gula darah
5. Menyeimbangkan kondisi hormon
6. Menormalkan siklus menstruasi
7. Mengurangi edema dan kejang-kejang otot
8. Nyeri syaraf
9. Menyeimbangkan sistem imunitas tubuh
10.Meningkatkan fungsi kelenjar tiroid dan adrenal
Hasil penelitian Dr.Bryant Bloss,M.D., pakar bedah ortopedik spesialis penyakit arthritis
Mengkudu berkhasiat untuk :
1. Mengatasi sakit pinggang
2. Mengatasi hiperkolesterolimia, hipertensi, dan alergi
3. Membantu menghambat psoriasis
4. Menurunkan kadar gula darah
5 Mengatasi gastrousus
6. Mengatasi migren
7. Melawan sel-sel kanker
8. Mengatasi sembelit
Hasil penelitian Dr.Nelson Rivers, dokter farmasi yang juga pembina
dan pengarah pada Pusat Toksikologi & Drug. Mengkudu berkhasiat
untuk :
1. Meningkatkan kinerja kelenjar-kelenjar tubuh2. Meningkatkan proses penyerapan zat-zat nutrisi
3. Mengatasi kulit yang terbakar
4. Mengatasi tumor
Dr.Rick Smith, pakar dalam bidang kesehatan. Mengkudu berkhasiat untuk :
2. Memulihkan penderita arthritis dan alergi
3. Melancarkan peredaran darah
4. Meningkatkan stamina
5. Dr.Ralph Heinicke, peneliti di bidang biokimia
6. Mengkudu berkhasiat untuk:
7. Mengurangi berat badan
8. Meningkatkan imunitas tubuh
9. Menghambat pertumbuhan sel prakanker
10.Mengatasi hipertensi, arthritis, hipotensi
11.Menyembuhkan infeksi kulit
12.Menghilangkan rasa sakit
13.Mengaktifkan enzim tubuh
Enzim tubuh ini memiliki 6 fungsi dalam membantu menjaga kesehatan tubuh secara umum :
Menjaga kebersihan tubuh: dilakukan dengan cara menjaga tingkat
alkalinitas darah tetap normal, membuang toksin dalam tubuh, menjaga
keseimbangan flora usus, memperbaiki struktur sel, melancarkan
pencernaan, meningkatkan imunitas tubuh.
Melawan kuman, bakteri, virus; prosesnya bersifat alamiah dimana enzim tubuh memiliki fungsi untuk memperbaiki keadaan tubuh.
Menyembuhkan peradangan: prosesnya yaitu enzim memperbaiki sel-sel yang rusak akibat peradangan/infeksi.
Membersihkan darah: enzim yang diperbaiki oleh xeronine akan
menghancurkan sekaligus membuang sisa kotoran dalam tubuh, membuang
kelebihan kolesterol, melancarkan aliran darah, dsb sehingga darah tetap
dalam kondisi bersih tidak tercemar oleh kuman atau bibit penyakit.
Meremajakan sel: enzim yang meremajakan sel kemudian akan membantu
kelancaran proses metabolisme tubuh, memperbaiki sel yang sakit,
sehingga memungkinkan terjadinya proses penyembuhan terhadap penyakit
seperti asma, arthritis, infeksi ginjal, hipertensi, jantung, dan
penyakit lainnya.
Membantu menghancurkan dan membuang sisa-sisa pengolahan makanan, juga melancarkan proses pencernaan dan penyerapan makanan.
Mirazen Mengandung Enzyme Noni Ekstrak Pekat
Mirazen memahami potensi besar noni ini dan dilengkapi dengan
bahan-bahan alami lain yang dapat bersinergi dengan khasiat noni ini
maka dipersembahkan produk yang paling unik di pasaran Mirazen.
Jus atau air rebusan buah mengkudu termasuk herbal yang rasa dan
aromanya sangat tidak enak, dan jarang sekali orang toleran terhadap
baunya itu. Tapi produk Mirazen dengan ekstraksi ganda teknik dingin ini
telah menghadirkan segala manfaat dan khasiat buah mengkudu dengan
rasa dan aroma yang menyegarkan. Untuk menambah khasiat dan untuk
memberikan rasa aroma buah tropis yang nikmat dan menyegarkan, Mirazen
dilengkapi dengan ekstrak dari buah Manggis, Delima, Apel, Anggur, Gotukola, Cinnamon. Moringa. Curcuma. Yang semuanya adalah sumber antioksidan yang sangat baik.
